Keadilan Kontraktual dalam Hubungan Kreditur dan Debitur: Mencari Titik Temu antara Hak, Kewajiban, dan Martabat Manusia
Keadilan Kontraktual dalam Hubungan Kreditur dan Debitur: Mencari Titik Temu antara Hak, Kewajiban, dan Martabat Manusia Oleh: Achmad Boys Awaluddin Rifai Dalam setiap hubungan pembiayaan, terdapat sebuah kontrak yang menjadi fondasi lahirnya hak dan kewajiban para pihak. Kontrak tersebut dapat berbentuk perjanjian kredit bank, pembiayaan kendaraan, pembiayaan multiguna, maupun berbagai bentuk akad lainnya yang berkembang dalam praktik ekonomi modern. Secara teoritis, kontrak dibuat untuk menciptakan kepastian hukum. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit kontrak yang justru menjadi sumber sengketa ketika salah satu pihak mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya. Di sinilah muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah tujuan kontrak semata-mata untuk memastikan pembayaran, ataukah untuk menciptakan hubungan hukum yang adil bagi seluruh pihak yang terlibat? Kontrak Bukan Sekadar Alat Menagih Banyak orang memandang kontrak hanya sebagai alat bagi kreditur untuk menagih kewaj...